Apa itu Garis Tren?

Apa itu Garis Tren?
TabTrader Team
TabTrader Team
Lama membaca 12 Menit
Tanggal publikasi

Apa itu Garis Tren?

Garis tren adalah fitur pada grafik yang digunakan untuk menentukan arah keseluruhan suatu harga aset.

Definisi Garis Tren

Garis tren adalah salah satu aspek yang paling mendasar dari analisis keuangan. Ditampilkan dalam bentuk garis sederhana atau sepasang garis pada grafik - sesuai namanya - yang berfungsi untuk melihat apakah suatu aset berada dalam tren naik atau turun dan seberapa kuat tren tersebut.

Apa Gunanya?

Garis tren sangat berguna dan digunakan secara luas oleh para pedagang untuk menganalisis perilaku harga. Kegunaannya antara lain untuk memberitahukan pedagang apakah suatu aset berada dalam tren naik atau turun, serta seberapa kuat tren itu.

Garis tren dapat digunakan secara tunggal atau digabungkan dengan yang lainnya untuk membuat satu atau lebih 'saluran' yang menunjukkan apakah pergerakan harga pada waktu tertentu menunjukkan suatu ciri khas dari keseluruhan aset. Saluran juga menyoroti kemungkinan level support dan resistance penting untuk grafik yang terlibat.

Bagaimana itu Digunakan dalam Perdagangan

Dengan menggunakan informasi dari garis tren, pedagang akan dapat memutuskan apakah akan masuk atau keluar dari suatu posisi pada harga tertentu. Mereka juga dapat memperoleh beberapa informasi tentang potensi resiko kerugian dan keuntungan, baik yang direalisasikan maupun yang belum direalisasi.

Misalnya, jika seorang pedagang menggunakan dua garis tren untuk membuat saluran dan menemukan harga spot saat ini berada di luar saluran itu, mereka dapat memutuskan untuk menjual (jika garis tren atas telah terpotong) atau menahan posisinya (jika garis tren bawah telah terpotong).

Garis tren memberikan konteks arah pada grafik dan dapat diaplikasikan pada kerangka waktu panjang dan pendek.

Contoh Garis Tren

Berikut ini adalah contoh garis tren linier — variasi yang paling sering digunakan oleh pedagang pada umumnya.

Garis Tren Naik

Di bawah ini adalah grafik candle 1 hari BTC/USD pada aplikasi TabTrader. Pasangan aset ini naik, tetapi seorang pedagang ingin tahu seberapa kuat trennya dan seberapa signifikan kenaikan dan penurunan harian.

Pedagang mengidentifikasi posisi terendah, yang dikenal sebagai ayunan terendah (ditampilkan dengan sumbu lilin) dan menggabungkannya dengan garis tren. Hasilnya adalah garis miring ke atas, yang disebut garis tren naik, dan dengan jelas menegaskan tren naik berlangsung pada BTC/USD.

image2.png

Garis Tren Turun

Garis tren turun merupakan kebalikan dari garis tren naik yang mengidentifikasi sejauh mana tren penurunan berlangsung.

Seorang trader melihat aset BTC/USD telah kehilangan nilai dan memplot garis tren turun di atas candle harian, kali ini diidentifikasi dengan ayunan tingginya bukan ayunan rendah.

image4.png

Validasi Garis Tren

Tidak semua garis tren diciptakan sama. Walaupun bisa saja menggambar garis apa pun pada grafik apa pun, tetapi kegunaannya sepenuhnya bergantung pada pengetahuan pedagang.

Dari sini muncul topik validasi garis tren. Garis tren hanya berguna jika memberikan informasi yang nyata, dan menjadi "valid" adalah kuncinya.

Garis tren yang valid, misalnya, perlu menyertakan setidaknya tiga ayunan tertinggi atau terendah dan memantul saat di dekatnya (seperti yang ditunjukkan pada contoh di atas).

Highly volatile markets can make drawing valid trendlines much more difficult, and an unstable or volatile asset can frequently violate even the best trendlines and break out of its up or downtrend altogether.

Pada pasar yang sangat fluktuatif, menggambar garis tren yang valid jauh lebih sulit, dan aset yang tidak stabil atau mudah berubah sering kali dapat menabrak garis tren dan keluar dari tren entah naik atau turun.

Garis Tren Internal

volatilitas yang disebutkan di atas dapat membuat penarikan garis tren menjadi mustahil untuk aset yang sangat fluktuatif seperti aset kripto.

Salah satu cara mengatasinya adalah dengan menggunakan apa yang disebut garis tren internal. Ini juga membantu mengidentifikasi tren naik atau turun dan potensi titik beli dan jual, tetapi tidak perlu mencakup semua ayunan tertinggi atau terendah.

Sebaliknya, dalam keadaan ekstrem garis tren internal dapat melintasi beberapa candle pada grafik dalam aktivitas harga aset keseluruhan.

Pada grafik candle 1 jam Dogecoin (DOGE/USD) dari Bitfinex di bawah ini, secara keseluruhan nampak sedang dalam tren naik. Garis tren internal menyoroti ayunan rendah yang tidak sesuai dengan tren dan ternyata menjadi anomali dalam konteks tren yang lebih luas.

12-trendline-3.png

Analisis Teknikal Garis Tren

Sebagai salah satu alat analisis teknis paling dasar, garis tren sangat populer dikalangan pedagang profesional.

Alasan bagus untuk ini — garis tren secara sekilas memungkinkan pedagang mendapatkan informasi penting suatu aset.

Seseorang dapat segera mengidentifikasi apakah aset tertentu dalam tren naik atau turun dengan melihat kemiringan garis tren. Seberapa tajam kemiringan itu pada gilirannya memberikan info tentang kekuatan tren tersebut.

Tidak hanya itu, para pedagang kemudian dapat menggunakan informasi itu bersama dengan alat analisis teknis lainnya untuk menilai kontinuitas tren tersebut. Tren naik yang kuat, misalnya, tidak selalu berarti entri dan rasio risiko/imbalan yang mudah terlihat.

Selain sebagai arah tren, garis tren dapat digunakan untuk mengukur kapan harus masuk atau keluar dari suatu perdagangan aset.

Seperti dijelaskan di atas, cara garis tren ditarik mengindikasikan pergerakan harga yang ekstrem — ayunan terendah pada tren naik dan ayunan tertinggi pada tren turun — dalam periode tertentu menjadi jelas.

Trader kemudian menggunakan data ini untuk menilai peluang masuk atau keluar nantinya — jika harga menyentuh garis tren sekali lagi, kemungkinan besar itu akan menjadi support atau resistancenya

12-trendline-4.png

Namun, tidak semua aset bertindak dalam pola tersebut, dan volatilitas dapat membuat pembelian, penjualan, serta mempertahankan keuntungan menjadi jauh lebih sulit. Namun, garis tren dapat diterapkan diberbagai perilaku aset, terlepas dari kerangka waktunya.

Berkat garis tren internal, misalnya, anomali dalam perilaku harga dapat terabaikan dan pedagang masih dapat menilai tren secara keseluruhan, bersama dengan titik masuk dan keluar yang bagus.

Bagaimana jika keadaan berubah sama sekali? Grafik dengan garis tren yang ditempatkan dengan baik juga berfungsi menunjukkan saat aset menembus pola ayunan tertinggi dan ayunan terendah sebelumnya.

Analisis tambahan dari level support dan resistance, bersama dengan data buku order dapat menghasilkan gagasan apakah suatu aset dalam kondisi beli atau jual, bahkan setelah melewati garis tren dan terus bertindak di luarnya — di luar ayunan tinggi atau rendahnya

Namun, seperti halnya alat perdagangan apa pun, ada hal yang perlu diwaspadai dari penggunaan garis tren. Semuanya tergantung pada keakuratan garis atau saluran yang diplot pada grafik — jika pedagang gagal mengidentifikasi ayunan terendah atau tertinggi yang sesuai, misalnya, seluruh garis tren bisa keluar dari tempatnya.

Hal ini berimplikasi pada ekspektasi harga dan dapat mengakibatkan pedagang menunggu harga beli atau jual yang tidak pernah datang, sehingga kehilangan perdagangan sama sekali. Hasilnya bahkan bisa lebih merusak strategi perdagangan jika garis tren dan saluran yang salah digabungkan dengan pesanan beli dan jual otomatis di bursa. Jika trader memasuki target harga yang salah arah dan order tersebut tidak pernah dieksekusi, kerugian atau keuntungan yang terlewatkan bisa sangat besar.

Pertanyaan Umum Garis Tren

Apa arti garis tren?

Garis tren mengacu pada fitur grafik yang melacak tren keseluruhan aset. Mereka nampak sebagai garis lurus di atas atau di bawah data pergerakan harga (candle).

Apa fungsi garis tren?

Trendlines digunakan untuk menentukan apakah suatu aset dalam tren naik atau tren turun. Mereka juga memberikan wawasan tentang apakah suatu aset dalam kondisi pembelian atau penjualan pada harga tertentu, dan apakah seorang pedagang harus memilih untuk membeli atau menjual pada harga tertentu di masa depan.

Apa itu garis tren dalam saham?

Garis tren berfungsi sama diberbagai aset, begitu pula saham. Garis tren membantu pedagang mendapatkan info strategi perdagangan yang sesuai dengan situasi. Garis tren juga dapat ditampilkan pada grafik indeks saham (misalnya S&P 500), dan berguna dalam melacak anomali historis dalam jangka waktu yang lebih lama.

Dapatkah sebuah garis tren memprediksi pergerakan harga di masa depan?

Garis tren tidak membuat prediksi itu sendiri; ia menawarkan kemungkinan arah harga aset dan di mana titik pembelian/penjualan akan menguntungkan pedagang (tergantung pada strategi mereka). Data garis tren dapat bervariasi secara signifikan tergantung pada keterampilan dan pengalaman pedagang yang memplotnya pada grafik tertentu.

Ingin memulai berdagang kripto?

Cobalah TabTrader untuk ponsel atau web!

google-playapp-storeweb-app