Masa Depan AI dalam DeFi: Mitos dan Realita

Masa Depan AI dalam DeFi: Mitos dan Realita
Kirill Suslov
Kirill Suslov
Lama membaca 4 Menit
Tanggal publikasi

AI dalam DeFi: Janji dan Kenyataan Semu

TL;DR

  • AI sangat menjanjikan untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan dalam keuangan tak terpusat (DeFi).
  • Algoritme AI dapat memprediksi tren pasar, meningkatkan manajemen risiko, memperkuat keamanan smart contract, mencegah penipuan, dan meningkatkan pengalaman pengguna dalam platform DeFi.
  • Namun, ada juga potensi jebakan diantaranya kekhawatiran tentang sentralisasi dan skalabilitas yang mungkin timbul dengan integrasi AI di ruang DeFi.

Pengantar

Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) saat ini merupakan salah satu topik terhangat di dunia teknologi. Kemajuannya saat ini telah menunjukkan potensinya untuk meningkatkan efisiensi dan kenyamanan di berbagai aspek kehidupan kita sehari-hari, dan sudah ada banyak contoh penggunaan AI di berbagai industri seperti di bidang kesehatan, pendidikan, dan transportasi. Di dunia keuangan, AI juga telah mendapatkan banyak perhatian, terutama di bidang keuangan tak terpusat (DeFi) yang tengah berkembang.

Apa Itu Teknologi AI?

Kecerdasan buatan (AI) adalah bidang ilmu komputer yang berfokus pada pembuatan sistem dan algoritme yang mampu melakukan tugas yang tadinya dilakukan oleh fungsi kognitif manusia. Sistem AI menggunakan teknik seperti pembelajaran mesin, jaringan saraf, dan pemrosesan bahasa yang digunakan untuk mendeteksi pola, mengklasifikasikan data, dan membuat keputusan, yang meniru cara manusia berpikir serta belajar.

Apa Itu DeFi?

Keuangan tak terpusat (DeFi) adalah istilah umum untuk layanan keuangan yang dibangun di atas teknologi blockchain dan beroperasi tanpa adanya perantara terpusat seperti bank. Tujuan utama DeFi adalah menawarkan alternatif yang lebih mudah diakses, transparan, dan terbuka untuk sistem keuangan tradisional.

Bagaimana Solusi Teknologi AI Dapat Digunakan dalam DeFi?

Mengintegrasikan teknologi AI dalam keuangan tak terpusat memiliki potensi besar dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas berbagai proses. Di bawah ini adalah beberapa kasus penggunaan potensial untuk AI di DeFi.

Analisis prediktif

Algoritme AI dapat memproses data dalam jumlah besar dengan cepat dan akurat. Hal ini dapat berguna untuk memprediksi tren pasar di masa depan serta mengidentifikasi potensi investasi yang menguntungkan. Melalui penggunaan perangkat AI, platform DeFi dapat menawarkan manajemen risiko dan saran investasi yang lebih baik bagi penggunanya.

Keamanan smart contract

Smart contract adalah tulang punggung dari setiap aplikasi terdesentralisasi. Smart contract adalah potongan kode yang dapat berjalan dengan sendirinya yang menegakkan ketentuan perjanjian antara para pihak dalam jaringan blockchain. Akan tetapi, seperti perangkat lunak lainnya, smart contract masih dapat rentan terhadap bug dan peretasan. Alat berbasis AI dapat digunakan untuk mengaudit smart contract, ini mengurangi risiko pelanggaran keamanan dan meningkatkan keamanan platform DeFi secara keseluruhan.

Memfasilitasi pinjam meminjam melalui peninjauan kredit

Salah satu tantangan utama dalam DeFi lending adalah menilai kelayakan kredit peminjam, karena tidak adanya otoritas pusat untuk memverifikasi riwayat keuangan mereka. Algoritme AI dapat menganalisis aktivitas dompet peminjam dan data lainnya untuk memperkirakan kelayakan mereka dan menentukan persyaratan pinjaman yang ideal.

Deteksi kejahatan

Sifat anonim dari DeFi membuatnya menjadi sasaran yang menarik untuk berbagai jenis aktivitas penipuan.

Sistem yang didukung AI dapat membantu mencegah penipuan DeFi dengan memantau data transaksi dan mengidentifikasi pola serta peristiwa yang tidak biasa. Misalnya, AI dapat mewaspadai lonjakan volume perdagangan yang tidak biasa yang dapat menjadi indikasi manipulasi pasar.

Meningkatkan pengalaman pengguna

DeFi masih dalam tahap awal pengembangan, sehingga ada banyak hal yang masih perlu dipahami terutama bagi pengguna baru. Namun, protokol DeFi sering kali tidak memberikan dukungan pengguna dalam arti tradisional karena sifatnya yang tak terpusat. Asisten virtual dan chatbot dengan sumber daya AI dapat membantu pengguna mendalami platform DeFi serta memberikan rekomendasi yang sesuai dengan keputusan keuangan pengguna.

Apa Potensi Efek Negatif dari AI dalam DeFi?

Meskipun AI memiliki potensi untuk menjadi sangat beranfaat dalam DeFi, tetapi terdapat pula kekhawatiran tentang potensi efek negatifnya. Berikut adalah beberapa potensi jebakan yang perlu diperhitungkan.

Sentralisasi

Salah satu tujuan utama DeFi adalah untuk menghilangkan kebutuhan perantara terpusat dalam transaksi keuangan. Namun, integrasi kecerdasan buatan ke dalam platform DeFi berpotensi menimbulkan risiko sentralisasi, karena alat ini biasanya dikembangkan dan dikendalikan oleh perusahaan atau individu.

Ketergantungan berlebihan

Sistem AI belum dapat menggantikan cara manusia mempertimbangkan sesuatu, terutama dalam pengambilan keputusan yang rumit. Sistem ini beroperasi berdasarkan pola dan data yang telah dilatih, dan biasanya tidak dapat memahami nuansa situasi yang rumit atau belum pernah dihadapi sebelumnya. Jika pengguna DeFi mulai terlalu bergantung pada informasi yang dihasilkan AI untuk keputusan mereka, mereka mungkin mengabaikan potensi risiko dan mudah untuk membuat keputusan yang kurang tepat.

Skalabilitas dan persyaratan komputasi

Algoritme AI sering kali membutuhkan sumber daya komputasi yang kuat agar dapat berfungsi dengan baik. Hal ini dapat menimbulkan tantangan untuk skalabilitas di beberapa platform DeFi.

Kesalahpahaman Umum tentang teknologi AI di DeFi

Seperti halnya teknologi populer, pasti selalu ada kesalahpahaman dan ekspektasi yang terlalu tinggi seputar AI. Berikut adalah beberapa imajinasi populer tentang potensi AI pada DeFi yang perlu diingat.

AI dapat menyelesaikan semua masalah DeFi

AI dapat membantu meningkatkan aspek tertentu dari DeFi seperti keamanan dan pengalaman pengguna, tetapi AI bukanlah obat mujarab. DeFI tetaplah ekosistem yang kompleks dengan banyaknya hal yang saling bergantung dan AI tidak dapat mengatasi semua masalah ini sendirian.

AI dapat menggantikan pengambilan keputusan manusia dalam berdagang

AI won't replace human decision-making in trading because markets are inherently shaped by unpredictable factors, and traders often rely on their intuition, experience, and emotional intelligence to navigate these uncertainties. Human traders can interpret news, adapt to changing conditions, and make decisions based on a deep understanding of market sentiment and context, things that remain challenging for AI to fully replicate. AI tidak akan menggantikan pengambilan keputusan manusia dalam perdagangan karena pasar secara inheren dibentuk oleh banyak faktor yang tidak dapat diprediksi, dan pedagang sering kali mengandalkan intuisi, pengalaman, dan kecerdasan emosional mereka untuk mengatasi ketidakpastian ini. Pedagang manusia mampu mencerna berita, beradaptasi dengan kondisi yang berubah, dan membuat keputusan berdasarkan pemahaman yang mendalam tentang sentimen dan konteks pasar, hal-hal ini masih menjadi tantangan untuk sepenuhnya dikerjakan oleh AI.

AI dapat menghilangkan risiko dalam DeFi

AI dapat membantu mengurangi risiko, tetapi tidak dapat sepenuhnya menghilangkannya. Faktanya, terlalu bergantung pada AI dapat berpotensi meningkatkan risiko abai pada potensi tanda bahaya atau kejadian yang tidak terduga.

Garis Bawah: Bagaimana Masa Depan AI dalam DeFi?

Masa depan AI dalam dunia keuangan tak terpusat (DeFi) tidak diragukan lagi akan memiliki potensi yang sangat besar. Dengan mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam operasi mereka, platform DeFi dapat mengotomatiskan proses harian, meningkatkan langkah-langkah keamanan, dan membawa pengalaman pengguna ke tingkat berikutnya.

Namun, penting untuk mengadopsi penggunaan AI dalam DeFi dengan hati-hati dan mempertimbangkan keterbatasan serta potensi efek negatifnya. Pada akhirnya, keberhasilan AI dalam DeFi kemungkinan besar akan bergantung pada seberapa baik penerapan dan pemantauannya.

Pertanyaan Umum

Apa yang dimaksud dengan teknologi AI?

Teknologi AI adalah bidang ilmu komputer yang berfokus pada pembuatan sistem dan algoritme yang mampu melakukan tugasyang tadinya membutuhkan fungsi kognitif manusia, seperti pembelajaran, pengenalan pola, dan pengambilan keputusan.

Bagaimana AI dapat meningkatkan DeFi?

Algoritme AI dapat membantu memprediksi tren pasar dan mengidentifikasi mana investasi yang menguntungkan, meningkatkan manajemen risiko, mengaudit smart contract dalam mengetahui kerentanan keamanan, mendukung simpan-pinjam DeFi melalui proses peninjauan kelayakan kredit, mencegah penipuan, dan banyak lagi.

Apakah ada potensi resiko dari AI di DeFi?

Beberapa potensi resiko AI dalam DeFi termasuk kekhawatiran tentang sentralisasi, ketergantungan berlebihan, dan masalah skalabilitas.

Dapatkah AI memprediksi tren pasar secara akurat?

Algoritme AI dapat menganalisis data dalam jumlah besar dan membuat prediksi berdasarkan pola yang terdeteksi. Namun, pasar keuangan sering kali dipengaruhi oleh banyak faktor tak terduga, dalam hal ini AI akan kesulitan untuk dapat memprediksi tren pasar secara akurat.

Ingin memulai berdagang kripto?

Cobalah TabTrader untuk ponsel atau web!

google-playapp-storeweb-app